Senin, 04 November 2013
Minggu, 03 November 2013
MAKALAH BIJI BAJA TULANG BETON
MAKALAH BIJI BAJA TULANG BETON

ARI
KURNIAWAN
5113413018
TEKNIK
SIPIL S1
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG 2013
DEFINISI BAJA
Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai
unsur dasar dengan beberapa elemen lainnya, termasuk karbon. Kandungan unsur
karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya.
Elemen berikut ini selalu ada dalam baja: karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon,
dan sebagian kecil oksigen, nitrogen dan aluminium. Selain itu, ada elemen lain
yang ditambahkan untuk membedakan karakteristik antara beberapa jenis baja
diantaranya: mangan, nikel, krom, molybdenum, boron, titanium, vanadium dan
niobium.Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya,
berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Fungsi karbon dalam baja adalah
sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal
(crystal lattice) atom besi.

·
Pengerjaan baja adalah sebagai berikut :
—
Pengerjaan mekanis pada baja diberikan untuk menaikan kualitasnya dengan
cara memberikan gaya terhadap butir-butirnya sehingga jaraknya makin dekat.
—
Pengerjaan mekanis dapat berupa pengerjaan panas dan dingin
—
Pengerjaan panas, baja dipanaskan sampai diatas temperatur
rekristalisasi kemudian di bentuk
—
Pengerjaan dingin, baja dibentuk pada temperatur kamar
·
Pengerjaan baja dapat dilakukan dengan cara berikut:
—
Drawing, dipakai pada pabrik kawat dan batang baja bulat. Baja dimasukan
melalui lubang atau alat lain lalu ditarik sehingga berbentuk kawat,
—
Forging, Baja dipanasi sampai temperatur tertentu, diletakan diatas alas
dan ditempa dengan palu berkali-kali. Hal ini memperbaiki ukuran butir baja dan
memampatkan sehingga baja sedkit bertambah
—
Pressing, dikerjakan dengan alat pres. Baja yang akan dibentuk diletakan
diatas cetakan, ditekan perlahan-lahan sampai baja mengisi penuh cetakan
sehingga mencapai bentuk yang diinginkan, contoh plat baja tangki,silinder
berlubang,body mobil,dsb
—
Rolling, dipakai alat rol khusus. Baja yang akan dibenruk dipijarkan
lalu dipaksakan masuk melalui beberapa rol (roda gilas) yang mempunyai ukuran
lubang berturut-turut dari besar ke kecil sampai mencapai ukuran baja yang
diinginkan, pengerjaan dengan rol agar baja lebih mampat. Contoh baja tulangan
beton, baja profil, rel, pelat,dsb
—
Extrusion, logam yang telah dipanaskan ditekan dengan tekanan besar agar
melewati lubang. Contoh pipa, tabung, batang baja
-
Klasifikasi baja
- Berdasarkan komposisi
- Baja karbon
- Baja paduan rendah
- Baja tahan karat
- Berdasarkan proses pembuatan
- Tanur baja terbuka
- Dapur listrik
- Proses oksidasi dasar
- Berdasarkan bentuk produk
- Pelat batangan
- Tabung
- Lembaran
- Pita
- Bentuk struktural
- Berdasarkan struktur mikro
- Feritik
- Perlitik
- Martensitik
- Austenitik
- Berdasarkan kegunaan dalam konstruksi
- Baja Struktural
- Baja Non-Struktural
·
Baja dibagi 3
jenis sesuai kandungan karbonnya,
1.
Baja dengan sedikit karbon, baja lunak atau baja struktur, kandungan
karbon sampai 0,25%
2. Baja dengan karbon sedang ,
kadar karbon, 0,25%-
3.
Baja dgn karbon banyak, kadar karbon 0,7-1,5%
- Faktor yang mempengaruhi sifat baja
1. Kandungan
Semakin banyak karbon
baja semakin kuat dan keras, tetapi sifat daktalitasnya berkurang
2. Kandungan bahan lain
a. Belerang (S) sampai0,1% kandungan belerang
tidak mempengaruhi sifat baja, sifat dapat ditempa berkurang pada temperatur
tinggi, kelebihan belerang meyebabkan baja kurang kuat dan daktalitasnya
berkurang.
b. Fosfor, menambah sifat cair baja saat
leleh,kelebihan fosfor mengurangi kekuatan, daktalitas dan mengurangin
ketahanan terhadap benturan
c. Silikon, sampai 0,2% silikon
tidak berpengaruh thd sifat bajanya, jika berlebih kekuatan dan elastisitas
naik, tanpa mengurangi sifat daktalitasnya.
d. Mangaan , sampai 1% sedikit menaikan
kekuatan baja, diatas 1,5% baja menjadi sangat getas
3. Pemanasan
Sifat baja dapat diubah sesuai
dengan keinginan dengan cara pemanasan dan pendinginan yang terkontrol
*
Sifat magnit baja
Agar diperoleh sifat magnit yang
baik, maka unsur unsur dalam baja harus sbb:
—
Karbon, makin sedikit makin baik sifat magnitnya, sebaiknya maksimal
0,1%
—
Silikon, memperburuk sifat magnitnya, sebaiknya seminimal mungkin
—
Belerang,makin banyak makin buruk sifat magnitnya
—
Fosfor,makin banyak makin buruk, kandungan belerang dan fosfor sebaiknya
tidak lebih dari 0,30%
—
Mangaan, kandungannya tdk boleh lebih dari 0,3%
·
Sifat baja adalah sebagai berikut :
~ Baja Lunak
—
Berat jenis 7,80
—
Temperatur leleh sekitar 1400oC
—
Daktail (liat)
—
Mudah dilas
—
Dapat diberi muatan magnit
—
Lebih keras dan kuat dari besi tempa
—
Hampir dipakai pada semua struktur (kuda-kuda,kolom,balok,pelat
buhul,baja tulangan) sehingga disebut baja struktur
~ Baja Keras
—
Berat jenis 7,9
—
Temperatur leleh 1300oC
—
Dapat diberi muatan magnit
permanen
—
Dapat di las
—
Lebih elastis dan kuat daripada baja lunak
—
Mudah berkarat
—
Kuat tarik dan geser hampir sama
—
Dipakai pada bagian alat yang menerima beban kejut dan getaran seperti
pangkal kunci/alat, baja prategang, baut mutu tinggi
—
. Pencegahan korosi
—
Tarring, permukaan baja dilapisi dengan gas batubara (coaltar) diproses
dengan temperatur pnas dengan bantuan sikat, gas batu bara ini sedikit meresap
dipermukaan baja
—
Electroplating, permukaan logam baja dilapisi dengan perak,copper,nikel
dengan proses electrolysis
—
Galvanizing, baja yang telah dibersihkan permukaannya direndam dalam
cairan seng sehingga permukaannya terlapisi seng
—
Metal spraying, Permukaan baja disemprot gas/cairan seng,alumunium atau
timah
—
Dilapisi cat
—
Dimasukan dalam beton
·
Baja sebagai Tulang Beton
Beton
adalah bahan bangunan yang terbuat dari semen (Portland cement atau semen
hidrolik lainnya), pasir atau agregat halus, kerikil atau agregate kasar, air
dan dengan atau tanpa bahan tambahan. Meskipun sekarang kita dapat menghasilkan
beton dengan kekuatan tekan lebih 100 MPa, kekuatan tekan beton yang umum
digunakan dalam perencanaan berkisar antara 20 – 40 MPa. Seperti diterangkan
sebelumnya, beton mempunyai kekuatan tekan yang tinggi akan tetapi mempunyai
kekuatan tarik yang rendah, hanya berkisar antara 8% sampai 15% dari kekuatan
tekannya. Untuk mengatasi kelemahan dari bahan beton inilah maka ditemukan
bahan bangunan baru dengan menambahkan baja tulangan untuk memperkuat terutama
bagian beton yang mengalamitarik. Baja tulangan yang digunakan untuk
perencanaan harus mengunakan baja tulangan ulir/sirip (deformed bar). Sedangkan
tulangan polos (plain bar) hanya dapat digunakan untuk tulangan spiral dan
tendon, kecuali untuk kasus-kasus tertentu.
sebagai tambahan, baja tulangan
ulir yang akan digunakan dalam beton bertulang harus memenuhi ketentuan dari
ASTM yang berhubungan dengan baja tulangan sebagaiberikut:
* “Spesifikasi untuk batang baja billet ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTMA615M)
* “Spesifikasi untuk batang baja axle ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTMA617M)
* “Spesifikasi untuk baja ulir dan polos low-alloy untuk penulangan beton” (ASTMA706M)
* “Spesifikasi untuk batang baja billet ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTMA615M)
* “Spesifikasi untuk batang baja axle ulir dan polos untuk penulangan beton” (ASTMA617M)
* “Spesifikasi untuk baja ulir dan polos low-alloy untuk penulangan beton” (ASTMA706M)
DAFTAR
PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)
